Ayah, Kamu Kemana? Kapan Pulang?

Cerita ini datang dari anak kecil yang kebetulan tempat tinggalnya tidak jauh dari rumah kami. Aka namanya, saat ini dia duduk dibangku taman kanak kanak dan satu ruangan dengan keponakan saya. Kesehariannya, dia sering bermain di rumah kami. Ketika dia terjatuh, tak terdengar tangisannya. Dan ketika meminta sesuatu tidak diberi, tak terdengar rengekannya. Sungguh anak yang tangguh dan tidak cengeng. Bahkan berangkat mengaji di malam haripun berani berjalan sendirian. Dia hebat, berbeda dengan anak-anak lainnya.

Namun ditahun ini awan kelabu menyelimuti Aka. Bahkan menyelimuti seluruh pelosok negeri dan dunia. Dia bersama Ibu dan dua kakaknya ditinggal oleh ayahnya. Bukan pergi untuk sementara, tapi selama-lamanya. Kesedihan itu bertambah ketika detik-detik terakhir ayahnya, mereka tidak bisa menemani. Tidak bisa melihat. Apalagi menyentuh dan merawatnya. Padahal mereka tahu keberadaan dan kondisi kritis Ayahnya. Kenapa? Karena ayahnya dalam perawatan di rumah sakit. Dan diduga terpapar COVID-19 di rumah sakit ketika menjalani perawatan untuk penyakit yang berbeda. Hingga akhirnya meninggal dunia.

Pagi itu para keluarga dan beberapa tetangga melayat kerumahnya. Terlihat sosok pria kecil yang tetap tangguh dengan sedikit bekas air mata. Tak ada jenazah ayahnya disana. Karena sesuai dengan protokol COVID-19, prosesi pemakaman langsung dari rumah sakit menuju makam tanpa harus ke kediaman terlebih dahulu. Semuanya ditangani oleh petugas. Dia dan kakak-kakaknya hanya bisa termenung. Dia duduk di teras rumah, sembari melihat orang-orang ber-masker yang lalu lalang ke rumahnya untuk mendoakan kepergian ayahnya.

Pastinya semua ini tidak pernah terlintas dibenak pikirannya. Tidak pernah terbayangkan bahwa semua ini akan terjadi. Ayah yang biasanya menemaninya bermain, memberi makan ayam kalkun dan burung piaraannya kini tiada. Ayah yang biasanya mengajak dia naik motor berkeliling melihat sawah, kini telah pergi dan tak pulang kembali. Tak ada lagi sosok ayah yang membawakan mainan baru seperti biasa. Tak ada lagi Ayah yang selalu menimang-nimangnya.

“Ayah, Kapan Kamu Pulang? Ayah Kamu Kemana?”

Pertanyaan dengan nada lirih itu keluar dari mulut mungil Aka ketika melihat foto ayahnya. “Ayah lagi mengaji ditempat jauh.” Sahut ibunya dengan jawaban yang sering digunakan oleh orang tua untuk menjawab pertanyaan anak kecil ketika orang tua atau keluarganya meninggal. Jawaban khas orang Jawa Tengah, Yogyakarta dan sebagian Jawa Timur.

Sungguh berat bagi seorang anak yang selalu merindu kehadiran orang tuanya. Kehadiran orang-orang tercinta disekelilingnya. Bahkan mereka tidak rela jika ditinggal sebentar saja. Apalagi selama-lamanya. Kita doakan untuk Aka sekeluarga dan Aka Aka lainnya di dunia ini, semoga selalu dilimpahkan kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan serta kemakmuran. Syukur-syukur kita bisa berbagi dan memberikan kontribusi pada hidup mereka.

Untuk Keluarga Kita

Man-teman, bukan bermaksud untuk menggurui kalian semua yang sudah dewasa, yang sudah berkeluarga ataupun yang baru akan melangusngkan pernikahan. Tapi ini harus kita pikirkan tatkala terbersit niatan untuk meninggalkan rumah, apalagi bercerai. Ingat, ada anak-anak yang selalu menantimu. Anak-anak yang sangat menyayangimu. Dan bahkan mereka selalu menengok depan rumah tatkala terdengar suara motor atau mobil. Dalam pikirannya, “Siapa tahu itu Ayah, siapa tahu itu Mama.” Mereka selalu menanti kalian.

So, pesan kita bersama buat kalian yang sedang mendapat ujian dalam berumah tangga, jangan sampai berpisah dan menyiksa anak kalian. Mereka butuh kehadiran kalian. Tanggalkan ego dan emosi diantara kalian suami istri. Semua pasti ada jalannya, jika kita selalu berusaha mencari yang terbaik, tanpa mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Dan mendekat kepada Tuhan. Allah SWT.

“Kita hanya boleh meninggalkan anak-anak dan pasangan kita, ketika memang benar-benar tidak ada peluang untuk pulang. Dan syaratnya satu, yaitu kematian.”

— Ali Arifin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: